Klik disini

Tampilkan postingan dengan label Polres Lumajang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polres Lumajang. Tampilkan semua postingan

14/11/2021

SATLANTAS Polres Lumajang Gelar Operasi Zebra lebih mengedepankan pola preemtif dan preventif

FOTO : PERSIAPAN RAZIA ZEBRA

Lumajang - Faisolofficial.com - Hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2021, satlantas Polres Lumajang membagikan masker dan brosur kepada pengguna jalan melintas di Perempatan Adipura, Lumajang, Senin (15/11/2021).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kasat Lantas didampingi Kanit Regident Satlantas Polres Lumajang.

"Operasi ini digelar selama 14 hari kedepab mulai 15 November sampai 28 November 2021. Hari pertama operasi kita membagikan 400 masker dan brosur himbuan kepada pengguna jalan," ucap Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Halim Nugroho.

Dalam kegiatan berlangsung petugas juga memberikan sosialisasi 8 Prioritas pelanggaran guna menekan angka pelanggaran dan laka lantas kepada pengguna jalan.

"Kami juga memberikan edukasi protokol kesehatan 5M dan 3T kepada pengguna jalan," ujar Bayu.


Pihaknya menghimbau kepada pengguna jalan yang berkendara di jalan raya untuk tetap mematuhi tata tertib berlalu lintas dan mematuhi protokol kesehatan selama pandemi covid-19.

"Kami himbau untuk tetap mematuhi peraturan kesehatan, yakni patuhi 5 M, dan tertib berlalulintas  yang menjadi prioritas utama," himbau Bayu.

Selama operasi zebra, satlantas Polres Lumajang lebih mengedepankan pola preemtif dan preventif.

"Tetapi tindakan hukum tetap diberlakukan terhadap pelanggar-pelanggaran yang berpotensi kecelakaan lalulintas," tegasnya. 
Ini 8 jenis pelanggaran prioritas yang jadi incaran polisi sebagai berikut.

1. Tidak menggunakan helm.

2. Pengendara dibawah umur.

3. Pengendara melawan arus.

4. Menggunakan ponsel saat berkendara.

5. Tidak menggunakan safety belt.

6. Berkendara pengaruh alkohol, 

7. Kendaraan odol over dimensi over load.

8. Pelanggaran APIL (Alat Memberi Isyarat Lalu Lintas dan Traficc Light. (Caksol).

26/04/2021

Jangan Macam Macam Mudik Ke Lumajang, Pulangmu Akan Sia Sia , Putar Balik Atau Karangtina

Kapolres Lumajang, Eka Yekti Hananton Seno

Lumajang, Faisolofficial.com - Dalam Menyambut Lebaran tahun ini beda dengan tahun tahun sebelumnya yakni mengenai peraturan pemerintah dengan adanya covid-19 dan demi mengurangi dampak yang positif menular, biasanya di tahun 2019 dan tahun sebelumnya warga dapat bercengkeramah dengan kelurganya atau mudik secara serentak, di tahun ini beda, seleruh indonesia tidak dapat mudik karena adanya covid ini, hususnya Seluruh Elmen Pemerintah Lumajang  menindak lanjuti aturan pemerintah terkait covid-19 ini

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, untuk mencegah mobilitas arus mudik di kabupaten Lumajang, pihaknya akan melakukan penyekatan di dua titik wilayah.

"Untuk sementara penyekatan titik penyekatan mudik di Lumajang yang kita sudah siapkan itu ada dua, pertama di Klakah tempatnya jembatan timbangan Klakah. Kedua di perbatasan Pronojiwo,"  ungkap Eka usai melaksanakan Apel gelar pasukan kesiapan pengamanan larangan mudik menjelang hari Raya Idul Fitri 1442.

Saat dilakukan penyekatan,  apabila ada masyarakat yang nekat mudik, diminta untuk memutar balik 

"Jika ditemukan adanya masyarakat yang nekat mudik, petugas memastikan akan menindak dan meminta masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing, " tegas Eka Yekti.

Sementara Untuk Lumajang Jember masih satu rayon, hanya dilakukan pemeriksaan bukan pengetatan.

"Jika ada yang melanggar nantinya akan di putar balik," tuturnya.

Sementara jalan tikus nantinya akan dijaga Polsek dan Koramil dibantu satgas keamanan desa.

Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan, jika ada warga yang sudah terlanjur mudik akan dilakukan isolasi di Balai Desa selama 5 hari.

"Kalau sudah terlanjur masuk, kita lakukan isolasi di balai desa, karena di balai desa sudah siap punya ruang isolasi sendiri, " tuturnya.

Sementara itu Bupati Lumajang Thoriqul Haq, mengatakan, TNI-Polri yang ada di garda terdepan untuk memastikan jalur masuk kabupaten Lumajang dilakukan penyekatan.

"Nanti akan kita tanya orang yang masuk dari luar kota harus putar balik. Di beberapa tempat wilayah lain sudah berjalan, sudah ada yakni diputar balik, kembali ke tempat masing-masing dan ini akan dipantau di semua daerah." tutur Bupati.

Thorqiul Haq mengatakan bahwa pasukan TNI Polri di Lumajang akan stanby untuk memastikan bahwa larangan mudik ini akan dilaksanakan dengan benar dan mantap.

"Jadi untuk orang luar Kabupaten Lumajang akan dilakukan penyekatan, di perbatasan baik Probolinggo maupun Malang, Secara teknis akan dilakukan TNI Polri," Tururnya.

21/04/2021

Polres Lumajang Luncurkan Aplikasi Lumajang Persisi Sebagai Wujud Pelayanan Masyarakat

Foto Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno saat menjelaskan penggunaan aplikasi lumajang pesisi

Lumajang, faisolofficial.com - Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Kepolisian Resor Lumajang beberapa pekan lalu meluncurkan sebuah aplikasi berbasis android, bernama Lumajang Persisi.

Lewat aplikasi ini, masyarakat makin mudah melaporkan kejadian atau tindak kriminal di sekitar mereka. Tidak semua orang merasa nyaman, saat harus melaporkan peristiwa di sekitar mereka kepada aparat kepolisian.

Menyadari hal tersebut, Polres Lumajang, meluncurkan sebuah aplikasi berbasis Android. Aplikasi bernama Lumajang Persisi, dibuat untuk memudahkan masyarakat Lumajang melaporkan setiap kejadian, seperti kecelakaan, tindak kriminal atau gangguan keamanan lain secara langsung kepada polisi.

"Masyarakat bisa mendonwload aplikasi Lumajang Persisi secara gratis di Playstore," ujar Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, Rabu (21/4/2021).

Dalam aplikasi tersebut ada panic buttton jadi semua masyarakat yang menginstal mendownload aplikasi itu bisa menggeser tombol panic button.

Aplikasi Lumajang Persisi

Menurut Shinta, panic button berarti kalau ada warga menggeser ke panic button akan bunyi sirine di ruang call center Polres Lumajang bahwa itu menandakan bahwa adanya masyarakat yang membutuhkan pertolongan anggota Polri.

"Jika ada masyarakat menekan panic button, maka kita juga harus siap melayani mereka," ujar Ipda Shinta menyampaikan arahan Kapolres saat melaksanakan apel pagi, Senin (19/4/2021) kemarin.

Lebih lanjut, ia menerangkan, dalam aplikasi Lumajang persisi ada beberapa layanan. Contohnya Pelayanan Bhabinkamtibmas, Telp Darurat, Pengaduan laporan warga, Forum tanya jawab, orang hilang, pengawalan, SKCK Delivery.

"Selain itu ada layanan Satlantas, Lumajang News, Info Covid-19, SP2HP, Info Gunung Semeru dan DPO-DPB / Barang temuan," ujar Ipda Andrias Shinta.

Layanan aplikasi ini digagas dalam rangka membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

20/04/2021

Jelang Sahur, Cegat Kriminalitas Oleh Sabhara Polres Lumajang

Petugas Polres Lumajang

Lumajang, faisolofficial.com - Dalam mencegah gangguan kambtibmas selama bulan Ramadhan, Sat Sabhara Polres Lumajang melaksanakan patroli menjelang sahur diwilayah Lumajang, Jumat (16/4/2021). sekitar pukul 03.00 WIB.
Anggota polisi dengan mengendarai mobil patroli melaksanakan patroli di Seputaran Jalan Lintas Timur (JLT) dan perumahan warga di seputaran Kota Lumajang.
Kasat Sabhara Polres Lumajang AKP Jauhar Maarif melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, patroli menjelang menjelang sahur dan subuh terus dilakukan oleh anggota Sabhara ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas.
"Kegiatan patroli ini untuk antisipasi perampasan sepeda motor pada jam rawan dan antisipasi balap liar setelah sahur. Tak hanya dinihari saja, namun juga sore hari menjelang buka puasa,"ujar Shinta.
Selain melaksanakan patroli, polisi juga memberikan himbuan kepada warga yang melintas hati-hati dan waspada serta peduli terhadap keamanan diri dan barangnya.
"Hal ini adalah salah satu upaya kami untuk menjaga keamanan dan menekan angka kriminalitas di Kabupaten Lumajang," tuturnya.
Lebih lanjut, Ipda Shinta menjelaskan, patroli dilakukan anggota polisi ini dalam rangka melaksanakan implementasi "Presisi kapolri, Transformasi Operasional Program Pemantapan Kinerja Harkamtibmas.
"Patroli sahur untuk meningkatkan keamanan saat bulan suci Ramadhan sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadanya dengan khusuk, diharapkan dengan kegiatan patroli rutin ini di jam rawan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Lumajang tetap aman dan kondusif,"tegasnya. (Humas)

Dua Pemuda Pelaku Curat Diamankan Polsek Sukodono Polres Lumajang

Foto Pelaku dan Hasil Curas

Lumajang, Faisolofficial.com - Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Sukodono AKP Edi Santoso, SH mengamankan dua pemuda asal Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, Senin malam (19/4/2021).

Mereka diantaranya 'F' (23) warga Desa Uranggantung dan 'A' (22) warga Desa Sumberejo. Keduanya diduga kuat sebagai pelaku pencurian sepeda motor, di kediaman korban yang masih dalam satu desa dengan F.

Tanpa perlawanan keduanya diamankan, semalam pasca aksinya Jum'at kemarin. Berikut sepeda motor milik korban, ditemukan saat itu berada ditangan terduga pelaku, semakin membuat keduanya tak bergeming.

"Jadi semalam, Senin (19/4/2021) sekira jam 23:00 wib, Satreskrim Polres Lumajang dipimpin KBO Satreskrim bersama Kapolsek Sukodono, telah ungkap kasus pencurian dengan pemberatan berupa satu unit sepeda motor, yang mana kejadiannya tiga hari yang lalu," kata Kapolsek Sukodono melalui Paursubbag Humas Ipda Andrias Shinta, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa siang (20/4/2021).

Sebelumnya, penyelidikan dilakukan kata Ipda Andrias Shinta menduga, jika kedua pemuda ( F dan A ) ada kaitannya dengan peristiwa tersebut.

"Setelah penyelidikan kami mengerucut, kami pastikan keduanya ada di tempat. Dan kami amankan semalam tanpa perlawanan. Berikut barang bukti serupa sepeda motor milik korban bersama fotocopy STNK dan BPKB nya," imbuh Shinta.

Shinta menerangkan, hasil interogasi didapat jika pelaku mengambil sepeda motor dengan cara membuka jendela yang tidak dikunci. Setelah berhasil masuk, keduanya melangkah ke arah ruang tamu tempat korban meletakkan sepedanya.

"Lalu mereka mendorongnya keluar. Dan di bawalah kabur. Dari rangkaian itu, berikut pengakuan yang ada, maka 'F' dan 'A' kami tetapkan sebagai tersangka dan saat ini sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut serta dijerat pasal 363 KUHP" terang Ipda Andrias Shinta.

Kasus ini akan dikembangkan, guna memastikan adanya dugaan - dugaan lain. (Humas).

18/04/2021

Bulan Puasa Bukan Buat Baik, Sejumlah Pelajar Konvoi Kelulusan Di Lumajang

 

Para Pelajar Di Introgasi Petugas

Lumajang, faisolofficial.com - Polres Lumajang melaksanakan antisipasi konvoi kelulusan SMA/SMK, Sabtu (17/4/2021).

Hasilnya, polisi berhasil mengamankan 6 orang pemuda, 4 diantaranya pelajar SMK.

Para pelajar diamankan Polisi di jalan H. Husni Thamrin, dan Jalan Gajah Mada, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang.

Kemudian Keenam pemuda ini langsung dibawa ke Mapolsek Lumajang Kota.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, para pelajar yang diamankan itu terjaring saat pihaknya melaksanakan patroli Antisipasi Konvoi Kelulusan SMA/SMK.

"Yang kita amankan sebanyak 6 orang, 4 diantaranya pelajar SMK, dan 2 orang bukan pelajar. Selain itu polisi juga mengamankan 3 sepeda motor yakni Honda Beat, Supra X, dan Honda CB 150, 3 botol spray pilox dan 4 spidol," tuturnya.

Selanjutnya, kata Shinta, setelah berhasil menjaring 4 pelajar SMK kemudian memanggil guru 2 SMK tersebut untuk datang ke Mapolsek Lumajang Kota dan dilakukan pembinaan.

Pihaknya, kemudian juga melakukan pemanggilan orang tua dan dibuatkan surat pernyataan, dan diberikan himbuan dan pembinaan.

"Untuk Kendaraan yang bawa pelajar langsung kita lakukan penilangan karena tidak mematuhi saat berkendara," ujar Ipda Andrias Shinta.

Ia mengatakan, konvoi atau arak-arakan kelulusan SMA/SMK dilarang. Apalagi saat ini dalam masa pandemi Covid-19.

“Kami akan sosialisasikan tidak boleh ada konvoi atau arak-arakan siswa yang merayakan kelulusan. Jangan sampai akibat konvoi ada anak kita justru tertular Covid-19. Mungkin ini juga kurangnya pengawasan dari orang tua.” paparnya.

Dimana sesuai peraturan Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 23 tahun 2020 sesuai Pasal 7 ayat 1 menjelaskan kelulusan SMK atau sederajat ditetapkan pada tanggal 3 Mei 2021.

Namun demikian, surat edaran pemberitahuan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember bahwa tanggal 17 April 2021 menginstruksikan Kepala Sekolah agar menghimbau peserta didiknya tidak melakukan konvoi, tidak melakukan corat coret dan segera mengambil langkah untuk antisipasi kegiatan konvoi atau corat coret oleh peserta didik di lembaganya.

15/04/2021

Terikini - Kapolres Lumajang Salurkan 200 Sak Semen Kepada Warga Terdampak Gempa

POLRES LUMAJANG

Lumajang, Faisolofficial.com - Salah satu wujud kepedulian terhadap gempa di Lumajang, Kamis (15/4/2021) malam, Polres Lumajang mengirimkan bantuan sembako dan semen untuk korban bencana alam gempa di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari.
Kegiatan bakti sosial dipimpin langsung Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Kapolres bersama personil Polres Lumajang membawa sembako dan semen menuju lokasi terdampak gempa dengan menggunakan 7 kendaraan sarpas, Satsabhara dan Polsek jajaran.

Tiba dilokasi bantuan sembako dan semen langsung diberikan kepada warga terdampak gempa di lima titik.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno melalui Paur Subag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, bantuan yang diberikan kepada warga terdampak diantaranya berupa air mineral 23 dos, teh botol 32 dos , sembako, selimut/perlengkapan bayi 2 dos besar, dan 200 sak semen.

"Bantuan yang diberikan kepada 20 warga terdampak yakni di Dusun Iburaja, Krajan, Kelijero, Halimo, dan dusun Kaliuling," ujar Shinta.

Kegiatan Bakti Sosial ini dilaksanakan dengan harapan dapat membantu warga masyarakat di Wilayah Tempursari yang terdampak karena Gempa Bumi dengan bermagnitudo 6,1 Skala Richter sehingga mengakibatkan bangunan yang ambruk dan rusak parah.

"Kegiatan bakti sosial Kapolres bersama anggotanya turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa," tutur Shinta.

Lanjut Perwira polisi berpangkat balok kuning satu, tujuan kegiatan bakti sosial dengan harapan dapat meringankan sedikit beban masyarakat terdampak, terutama semen untuk proses pembangunan kembali rumah-rumah warga yang roboh akibat gempa.

"Kegiatan aksi baksos dalam rangka rasa empati kepada suadara-saudara kita dan kegiatan ini bertujuan untuk mempererat rasa kekeluargaan antara Polri dengan masyarakat setempat," pungkas Ipda Andrias Shinta.

Kapolres Lumajang Launching Program Orang Tua Asuh Bagi Pelajar Papua

Kapolres Lumajang Launching Program Orang Tua Asuh Bagi Pelajar Papua
 
Lumajang, Faisolofficial.com - Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si  melaunching program orang tua asuh pelajar asal Papua yang berada di LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) Regina Pacis Dusun Pondok Kobong Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang.


Kegiatan launching di laksanakan di ruang eksekutif, Kamis (15/4/2021) usai pelaksanaan ibadah Oikumene, dihadiri oleh Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si, Waka Polres Lumajang Kompol Kristiyan B. Martino, S.H., MS.I.K., M.M., Para Kabag, para Kasat, Suster pembimbing dan Pelajar Papua sebanyak 4 orang.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, program ini dilaksanakan untuk memastikan bahwa pelajar asal Papua bisa belajar dan mengeyam pendidikan di Lumajang dengan aman dan kondusif. Juga sebagai bentuk kepedulian Polri untuk menuju Polri yang Presisi.

Bahkan, dikatakan Shinta, Polres Lumajang mengundang pelajar Papua dengan tujuan membangun silaturahmi karena mereka perantauan jauh dari keluarga.

"Salah satunya untuk menjalin silaturahmi dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) seperti program Polri Presisi,"  jelas Shinta.

Program orang tua asuh ini juga menjadi ajang diskusi jika terdapat permasalahan yang dialami di tengah masyarakat. Selain itu juga diharapkan bisa terjalin sinergi dalam mewujudkan Kamtibmas di Lumajang.

Ia menyampaikan, jika dalam pelaksanaanya jika ada hambatan dalam hal pendidikan dan hal lainnya yang memerlukan bantuan, Kapolres Lumajang menyatakan siap membantu.

"Jika ada permasalahan bisa disampaikan kepada Kapolres atau Waka Polres Lumajang," ujar Shinta.

Dimana Polisi akan memberi keamanan dan kenyamanan bagi warga papua yang ada di kabupaten Lumajang.

"Saya harap dengan dilaunchingnya Orang Tua dan Anak Asuh Pelajar Papua ini, hubungan antara warga papua dan masyarakat Lumajang semakin harmonis," pungkas Ipda Andrias Shinta. 

20/01/2021

Begal berulah lagi di lumajang Ranuyoso, Korban Asal Jember

DIBEGAL? : Dwi Prabowo, korban pembunuhan di Ranuyoso, kelahiran Jember, alamat Kediri.


 LUMAJANG, Faisolofficial.com – Dugaan adanya pembegalan di Lumajang, Jawa Timur, kembali terjadi. Kali ini, korbannya ditemukan pada Kamis, 21 Januari 2021) sekitar pukul 04.00 WIB. TKP (Tempat Kejadian Perkara, di Jalan Raya Ranuyoso, Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang. Korbannya bernama
Dwi Prabowo, kelahiran Jember 20 April 1987, alamat Dusun Blimbing Timur RT-RW 4/1 Kecamatan Gurah Kota/ Kabupaten Kediri

Hasil rilis, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di pinggir jalan sebelah timur dalam keadaan luka dan mengeluarkan darah. Posisinya bersujud ke arah selatan dan helm berada di samping tubuh korban. Kuat dugaan Dwi Prabowo merupakan korban dari tindak pidana pembunuhan.



Petugas kepolisian Ranuyoso mendatangi TKP, melakukan oleh TKP, melakukan introgasi  terhadap saksi-saksi, membawa korban ke RSU Lumajang untuk dioutopsi, dan membuat visum luka korban (mayat).


 
Barang bukti yang diamanakan helm warna merah merk MDS milik korban, pakaian milik korban, HP Merk OPPO warna merah milik korban. Petugas masih dalam penyelidikan terhadap saksi RA di sekitar TKP, melakukan pulbaket dan berkoordinasi dengan Resmob.

14/01/2021

POLRES LUMAJANG DI SERBU EMAK-EMAK ada apa gerangan

Para emak-emak dari Wotgalih saat diterima oleh Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno

FAISOLOFFICIAL.COM, Lumajang - Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno SIK M,Si menerima unjuk rasa damai yang dilakukan 15 emak-emak dari warga Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun. Para emak-emak datang ke Polres untuk mengadu terkait permasalahan tambak udang yang tak kunjung selesai berada, Jumat (15/01/2021)


Sebelum ke Polres, pendemo ke Gedung DPRD Lumajang namun ditolak lantaran tidak ada surat pemberitahuan terlebih dahulu. Adapun kegiatan aksi unras oleh warga bertujuan untuk menyerahkan tanda bukti dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum salah satu anggota DPRD Kabupaten Lumajang terhadap Atmari dan kawan-kawan.


Atmari sendiri saat ini sedang diperiksa polisi, atas dugaan terlibat dalam kasus pencurian udang di pertengahan bulan April Tahun 2020 yang mengakibatkan tambak udang mengalami kerugian sekitar 7 M serta tuntutan yang disampaikan bahwa tambak membutuhkan air bersih.


"Kami minta agar Polisi menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa pandang bulu," ujar Koordinator Unras Jumali (48) warga Dusun Meleman Desa Wotgalih.


Dari permasalah tersebut Kapolres Lumajang AKBP Eka meminta apabila ada permasalahan dengan sumur bor jangan langsung dibongkar dan semuanya agar dilakukan mediasi terlebih dahulu. Kemudian permasalahan ini memang ada latar belakangnya dan pada akhirnya berujung pada pelaporan tindak pidana pencurian.


Polri hanya melayani pelaporan adanya tindak pidana pelaporan dan semua orang bisa melaporkan jika ada pihak yang dianggap dirugikan. Permasalahan ini cukup panjang kronologinya karena setiap mediasi yang dilakukan tidak ada dealnya sehingga berujung pada laporan pidana.


Puas ataupun tidak puas pasti ada disetiap permasalahan hukum. Jika ada hal-ha yang perlu untuk dilaporkan balik dengan mempelajari kontruksi hukumnya baik melalui stake holder maupun ahli hukum. Pihaknya juga mengapresiasi upaya hukum yang telah dilakukan oleh kelompok masyarakat jika nanti ada yang tidak puas bisa dilakukan upaya ke tingkat yang lebih tinggi.


Untuk Aparat keamanan sudah melaksanakan himbauan terhadap ke koordinator aksi damai agar tidak melaksanakan aksi dikaitkan dengan situasi Pandemi Covid 19 sehingga jumlah massa awal sekitar 50 orang namun hanya mengirimkan perwakilan massa sebanyak 15 orang. "Kami harap masalah ini segera selesai" tutupnya.

27/11/2020

Kecelakaan Di Lumajang Tiga Mobil Ringset Akibat Jalan Licin

3 Mobil Ringset Foto : Erik

FAISOLOFFICIAL.COM - Kecalakaan beruntun terjadi jalan raya Desa wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Sabtu (28/11/2020) sekitar pukul 15.00 WIB. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Kanit Laka Lantas polres Lumajang Ipda Loniroi membenarkan, peristiwa itu, akibatnya kecelakaan tersebut akibat jalanan licin.

"Kecelakaan beruntun ini akibat jalan licin," ujarnya.

Ipda Loni menjelaskan, kecelakaan berawak  pickup  Mitsubsihi L300 Nopol N-8781-BI yang dikemudikan Fathor Rachman warga Malang berjalan dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang.

Namun ketika melintasi dilokasi kejadian pengemudi pickup berusaha mengerem kendaraannya karena jalan licin, kemudian tergelincir kearah kanan sampai berputar balik menghadap kearah timur.

"Mobil pickup langsung membentur kendaraan minibus Suzuki Carry Nopol  N-1196-YP milik Sriwangi Endang Asmiari warga yosowilangun yang berhenti di bahu jalan sebalah utara," ujarnya.

Kemudian dari arah bersamaan juga ada kendaraan minibus Toyota Avanza Nopol N-1706-YM

yang di kemudikan Patrick Servanda Grotius Paradik, warga Tempeh Tengah, Kec Tempeh berjalan dari arah barat ke timur dan menabrak bagian belakang kendaraan pick up Mitsubishi L300.

"Penyebab faktor laka lantas adalah Pengendara kendaraan pick up Mitsubishi L300 NoPol. N-8781-BI kurang waspada," pungkasnya.

11/11/2020

Maling Sapi di Lumajang Di Dor Polisi - Polres Lumajang

foto AG dan B tampak kesakitan karena tembakan pada kakinya


Lumajang, - AG (34) dan B (50) tampak pasrah saat digiring Tim Kuro Satreskrim Polres Lumajang, Rabu (11/11/2020).



Dua orang maling sapi itu menahan sakit setelah kakinya ditembak polisi.



Dua pria asal Lumajang ini ditangkap setelah membawa kabur dua sapi milik Munoto (60), warga Desa Klampokarum, Kecamatan Tekung.



Seperti yang di langsir dari Artikel TRIBUNMADURA.COM, mereka menyampaikan Saya sama teman (B) ketangkep di daerah Karangbendo," ucap AG, Rabu (11/11/2020).



AG dan B mengatakan, nekat maling sapi karena terdesak ekonomi.



Bagi B, mencuri sapi perbuatan yang pertama.



Sedangkan AG pertama kali mencuri hewan ternak dua puluh tahun silam.



"Dulu pernah maling ayam bukan dijual tapi untuk bancaan. Tapi setelah itu gak berbuat lagi," ucap AG.



Kapolres Polres Lumajang, AKBP Deddy Foury Millewa mengatakan, masih akan mendalami kasus ini.



Pasalnya dalam pencurian ini, ada dua orang yang kabur dari kejaran warga.



"Ada dua TKP di kecamatan Tekung. Dalam penulusuran kami ada dua pelaku lain yang berhasil kabur," ujarnya.



Selain mencuri sapi, dua tersangka yang masih buron diduga juga merupakan kelompok ranmor.



Hal itu terbukti, saat keduanya kabur dari kejaran petugas dan massa menggunakan sepeda motor.



Keduanya mencuri sepeda motor milik warga yang terparkir di jalan Desa Karangbendo.



Tapi lalu mereka melarikan diri dan menginggalkan motor curiannya di area sawah Kecamatan Tekung," bebernya.



Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, AG dan B kini telah ditahan di Polres Lumajang.



Keduanya disangkakan melanggar Pasal 363 ayat 1, tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.

09/11/2020

Polres Lumajang Amankan Puluhan Sepeda Motor Knalpot Brung, Antisipasi Balap Liar

 Polres Lumajang Amankan Puluhan Sepeda Motor Knalpot Brung, Antisipasi Balap Liar.

Komandan AKP Jauhar Ma'arif S.Sos.,M.H.


Lumajang, ( Faisol Official Com ) - Kerap Kali Knalpot Brung di gunakan oleh anak muda utamanya, Seringkali suaranya membuat bising semua pengguna maupun warga di perumahannya, Polres Lumajang Langsung Mengambil Sikap Tegas Sebanyak 25 sepeda motor diamankan anggota Polres Lumajang, saat melakukan patroli keliling untuk mengantisipasi balap liar.

Sepeda motor yang diamankan dari dua lokasi tempat yang berbeda yakni seputara Alun-Alun Lumajang dan Jalan Lintas Timur (JLT).


Polres Lumajang berhasil mengamankan puluhan sepeda motor, berawal dari laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan ulah para remaja yang di duga melakukan balapan liar.


Awalnya Polisi melakukan patroli pada Sabtu (7/11/2020) sekitar pukul 22.00 WIB, malam menemukan sejumlah remaja mengendarai sepeda motor menunjukan tidak sopan santun. Mereka mengendarai secara balapan dengan cara naik diatas sepeda motor  bahkan tidur-tiduran diatas sepeda motor.


"Setelah itu puluhan pemuda dan sepeda motor kita amankan ke Mapolres Lumajang," ujar Kasat Sabhara Polres Lumajang, AKP Jauhar Ma'arif, S.Sos, M.H. Senin (9/11/2020).


Kemudian Sabhara Polres Lumajang melakukan Patroli di wilayah Jalan Lintas Timur (JLT).  Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari petugas menemukan perkumpulan sepeda motor sekitar ada 500 motor. 


Melihat kedatangan polisi mereka langsung kabur.


"Yang kita amankan hanya sebagian saja,  yang kita amankan ada yang sepeda motor menggunakan knalpot brong dan ban tidak sesuai standar," imbuhnya. 


AKP Jauhar Ma'arif, S.Sos, M.H menjelaskan bahwa, puluhan sepeda motor yang terjaring  rata-rata sudah dimodifikasi dan saat diperiksa petugas tidak bisa menunjunjukkan kelengkapan surat seperti SIM ataupun STNK.


“Sebagai sangsi dan memberikan efek jera yakni sepeda motor tersebut oleh pemiliknya dituntun dari jalan menuju Polres Lumajang," tandasnya. 


Lebih lanjut, Juahar Ma'arif mengatakan,  sepeda motor yang diamankan perlengkapan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.


"Sepeda motor yang diamankan memakai knalpot brong, memakai roda yang ukurannya lebih kecil, dan tidak dilengkapi lampu dan kaca spion," terang Ma'arif. 


Tampak sejumlah pemilik mengambil sepeda motor di halaman Mapolres Lumajang. 


Polisi minta kepada pemilik sepada motor yang di modifikasi langsung diminta diganti dengan sesuai standar. 


"Untuk yang menggunakan knalpot brong diminta untuk di potong-potong terlebih dahulu dengan menggunakan, alu diganti dengan knalpot sesuai standar," tegas AKP Jauhari Ma'arif. 


Selain itu,  sepeda motor yang menggunakan ban kecil untuk segera di ganti sesuai standar. 


"Jika sepeda motor sudah diganti semua silakan membawa pulang kembali," ujarnya. 


Kedepan pihaknya tetap melaksanakan tetap melakukan patroli untuk mengantisipasi balap liar yang meresahkan masyarakat. 


"Malam minggu kita akan terus antisipasi, bahkan kekuatan personil polisi akan kita tambah," imbuh AKP Juahar Ma'arif.

08/11/2020

Sopir Truk Trailer Ugal-ugalan, Satlantas Polres Lumajang Menegur Langsur Datang Rumahnya

 Sopir Truk Trailer Ugal-ugalan, Satlantas Polres Lumajang Menegur Langsur Datang Rumahnya

Satlantas Polres Lumajang datangi dan Tilang Sopir Truk Trailer Ugal-ugalan dirumahnya. (gambar oleh lumajangsatu.com)
 

Lumajang, FAISOLOFFICIAL.COM - Usai ugal-ugalan di jalan sopir trailer Edi Jatmiko (50) warga Desa Condro Kecamatan Pasirian didatangi polisi ke rumahnya untuk dikenakan sanksi berupa teguran dan surat pernyataan tidak akan mengulanginya lagi Sabtu, (07/11/2020).

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Putu Angga Feryana SH SIK menjelaskan bahwa sebelumnya sopir setelah kejadian diamakan di Polsek Ranuyoso dan berdamai namun usai kejadian tersebut pihak polsek belum menginfokan.

"Saya taunya baru tadi siang, jadi petang ini kami lidik dan cari ke rumahnya" Kata AKP Putu.

Begitu polisi ke rumahnya, si sopir langsung ditegur dan membuat surat pernyataan secara tertulis. Untuk kendaraan tidak diamankan haya STNK saja.

"Besok saya akan ke Probolinggo mbak untuk laporan ke pemilik angkutan tersebut" tutup Putu. 
Artikel ini pernah tayang di Lumajangsatu.com dengan judul Satlantas Polres Lumajang Tegur Sopir Truk Trailer Ugal-ugalan.


23/10/2020

Polres Lumajang Akan Gelar Operasi Zebra Semeru, Ini Himbauan Untuk Pengendara

Polres Lumajang Akan Gelar Operasi Zebra Semeru, Ini Himbauan Untuk Pengendara

Kasat lantas Polres Lumajang

Lumajang, FAISOLOFFICIAL.COM - Satlantas Polres Lumajang menggelar Ops Zebra Semeru 2020 selama 14 hari yang dimulai pada tanggal 26 Oktober sampai 8 November 2020.
Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Putu Angga Feriyana menghimbau masyarakat Lumajang agar melengkapi surat kendaraannya saat mengemudi, mulai SIM dan STNK untuk kendaraan bermotor.

"Lalu bagi pengendara sepeda motor juga wajib menggunakan Helm SNI dan pengemudi mobil wajib menggunakan safety belt atau sabuk keselamatan," terangnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada pengendara agar berhati-hati di jalan karena hari ini telah musim hujan.

"Kami menghimbau agar berhati-hati saat berkendara saat melintasi rawan longsor dan banjir," ujar Putu Angga Feriaya.

Dalam operasi Zebra Semeru 2020 ini pihaknya tetap mempedomani protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kami menghimbau kepada pmasyarakat untuk tetap menggunakan masker, hal tersebut untuk memutus penyebaran virus corona," Himbaunya.

Kasat Lantas menjelaskan, Adapun dalam Operasi Zebra 2020 tersebut, yang menjadi target operasi prioritas pelanggaran yakni Pengendara motor yang tidak menggunakan helm Standar nasional Indonesia (SNI), Mabuk pada saat mengemudikan kendaraan bermotor, Pengemudi roda empat yang tidak menggunakan safety belt (sabuk keselamatan).

"Pengemudi kendaraan bermotor yang melawan arus,
 Pengendara kendaraan bermotor yang masih di bawah umur, Tidak membawa surat kelengkapan seperti SIM dan STNK.," jelas I Putu Angga Feriyana.

18/10/2020

Puluhan Pemuda ‘Nakal’ untuk di ajak Berkegiatan Positif di lumajang oleh Nursamsi

Puluhan Pemuda ‘Nakal’ untuk di ajak Berkegiatan Positif di lumajang oleh Nursamsi

Foto : Ilustrasi


Lumajang, FAISOLOFFICIAL.COM - Keberadaan pemuda dengan kenakalannya kerap kali dipandang sebelah mata oleh lingkungan sekitar. Seperti pemabuk sampai pencuri. Namun tidak bagi Nursamsi Ridwan, warga Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang ini terbilang berhasil merangkul sekelompok pemuda ‘nakal’ dan memberdayakannya dengan kegiatan sosisal.


Nursamsi awalanya mengaku prihatin dengan keberadaan pemuda ‘nakal’ tersebut, yang seolah hidupnya tidak berguna. Di bawah genggaman tangan dingin Nursamsi, para pemuda tersebut diakomodir (difasilitasi) agar dirinya bisa mendapatkan kepercayaan penuh. Sehingga dirinya bisa mengawasi dan mengarahkan mereka ke dalam kegiatan yang lebih positif.


“Awalnya Saya dekati mereka yang biasa minum di lapangan, di pinggir jalan dengan mengajak mereka minum di rumah. Saya belikan 6 krat,” ucap Nursamsi, yang juga sebagai pemilik bengkel las ini.


Setelah beberapa waktu dan mendapatkan kepercayaan dari mereka. Ia mengajak pemuda rekrutannya untuk melakukan touring sambil melakukan bakti sosial. Ada pula yang dicarikan pekerjaan atau diberi pekerjaan untuk mengalihkan kebiasaan negatif. “Ketika touring itu, anak-anak Saya ajak kegiatan bakti sosial. Setelah terbiasa berbaur dengan masyarakat, secara perlahan mereka akan meninggalkan kebiasaan buruknya,” jelasnya.


Kalau menasehati dengan cara ceramah tambah Nursamsi, itu bukan kapasitas dirinya. Ia menginginkan adanya perbuatan nyata, sehingga dapat menggerakkan keinginan mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. “Kalau ceramah, bukan bidang Saya,” ucapnya.

15/10/2020

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Foto Ilustrasi

Lumajang, FAISOLOFFICIAL.COM – Kepolisian Polres Lumajang berhasil mengamankan berinisial JE (39) warga Dusun Wringin Cilik, Desa Pulo, Kecamatan Tempeh. kabupaten Lumajang.

Pria sehari sebagai pemilik Salon potong rambung diamankan polisi lantaran diduga mencabuli sesama jenis yang masih dibawah umur.


Kanit PPA Polres Lumajang IPDA Irdani Isma, SH mengatakan, korban yakni seorang laki-laki berinisial RA (14) yang masih bersatus pelajar.


“Kami berhasil mengungkap kasus pencabulan dibawah umur, sesama jenis yang uniknya korban dan pelaku sesama jenis. Korban masih pelajar dan masih dibawah umur,” katanya.


Tersangka JE diamankan Team Kuro Sat Reskrim Polres Lumajang dan Unit PPA saa berada di salon JJ milik tersangka.


“Saat ditangkap tersangka tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatanya,” ujar Irdani Isma.


Dari pengakuan tersangka, melakukan persetubuhan terhadap korban hanya satu kali.


“Sementara sesuai laporan belum ada korban lain. Saya harapkan kepada masyarakat korban pencabulan dilakukan oleh pelaku ini untuk segera melaporkan ke polisi, supaya tidak ada lagi korban lagi di luar,” ungkap Ipda Irdani Isma.


Lebih lanjut, Irdani Isma menjelaskan, kasus pencabulan sendiri terjadi pada tanggal 16 September 2020 sekitar pukul 07.00 WIB.


Kejadian bermula korban pergi ke salon JJ di Desa Pulo, Kecamatan Tempeh hendak potong rambut. Kemudian saat korban potong rambut, pelaku menanyakan ke korban pernah menonton video porno.


“Di dalam salon pelaku mencoba merangsang korban dengan meraba-raba tubuh korban” jelas Ipda Irdani Isma.


Setelah itu korban diajak pelaku ke belakang dan dijanjikan akan diberi uang Rp 20 ribu akan tetapi korban tidak mau.


“Korban lalu pergi dan pulang dan memberitahuna kejadian yang dialami kepada orang tuanya,” imbuhnya.


Alasan pelaku melakukan pencabulan karena dia ada ketetarikan sesama jenis.


“Ketertarikan itu dilakukan pelaku sudah 10 tahun tetapi tidak dilakukan, tetapi tidak ditahan, hingga akhirnya sekarang melakukan pencabulan,” ujar Irdani Isma.


Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku mendekam disel tahanan Mapolres Lumajang.


Sementara itu, pelaku terancam hukuman ancaman kurangan paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara yang melanggar pasal 82 UU Tak No 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.(cak sol/read)

Siti Aisyah Gadis 16 Tahun Tewas Terlindas Dum Truck Di Lumajang

 Gadis 16 Tahun Tewas Terlindas Truk Tronton Setelah di Senggol Dum Truk dari Arah Berlawanan.

Foto Gadis Yang Terlindas Dum Truck


Lumajang, FAISOLOFFICIAL.COM -Seorang gadis berusia (16) tewas terlindas truk tronton di Jalan Raya Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Selasa (13/10/2020) malam.

Informasi berhasil dihimpun di kepolisian, kecelakaan berawal sepeda motor Honda Beat Nopol N 5722 YAB yang dikendarai Siti Nur Aisyah (16) warga Dusun Kembangan, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Lumajang berjalan dari arah selatan ke utara.
Warga dan POLISI (Mengamankan Korban)

Namun tepatnya di simpang tiga, sepeda motor hendak belok kekanan disenggol dengan dump truk yang dikenal tersebut melaju dari arah berlawanan.

Kemudian Siti terjatuh langsung terlindas truk tronton Nopol W 8279 UA yang dikemudikan oleh Andik Purwanto warga Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh yang berjalan searah di depannya dari selatan ke utara.

"Korban Siti Nur Aisah tewas di lokasi setelah terlindas truk tronton," ujar Kanit Laka Lantas Polres Lumajang Ipda Rusdiq Sudarmonto.

Saat ini Polisi masih memburu sopir truk yang menyenggol kendaraan Siti dari arah berlawanan

"Ada yang lihat dum truk sempat berhenti di selatan jembatan. Tapi setelah saya lihat tidak ada. Waktu saya periksa CCTV gambar tidak jelas cuma kelihatan lampu-lampu kendaraan dan ada bayangan truk. Untuk lihat plat nomor tidak bisa," ungkapnya.

Sementara itu,  Andik Purwanto seorang sopir truk tronton yang terlibat kecelakaan tragis mengaku syok.

Ia tak menyangka truk tronton yang dikendarai telah melindas Siti Nur Aisyah (16) menyebabkan tewas di jalan.

"Saya tidak tahu kalau ada kendaraan dari samping tidak kelihatan dari spion," kata Andik, Rabu (14/10/2020) pagi.

Ia ketahui, dari arah berlawanan ada dump truk melaju dalam keadaan sedang.

"Saya nabraknya truk ini juga tidak tahu. Tiba-tiba saya merasakan getaran dari ban belakang samping kanan truk saya," ucapnya.

Lantaran ada yang aneh, Andik pun langsung menghentikan laju truknya dan beranjak keluar dari setir kemudi.

"Tahu-tahu sudah ada korban tergeletak," ujarnya.(cak sol/read)


09/10/2020

Lumajang Keluar dari Zona Merah, Polres Dapat 10 Motor dari Gubernur

 Lumajang Keluar dari Zona Merah, Polres Dapat 10 Motor dari Gubernur

Kapolres menyerahkan kunci motor kepada kapolsek secara simbolis.

Lumajang, FAISOLOFFICIAL.COM - Polres Lumajang mendapat 10 unit motor operasional dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Motor ini diberikan, setelah Lumajang berhasil keluar dari Zona Merah penyebaran Covid-19.

Motor merek Honda Verza tersebut diterima secara simbolis, diwakili oleh Kapolsek Sukodono, AKP Ahmad Sutiyo, SH. dan Kapolsek Jatiroto, AKP Rudi Isyanto, SH. di halaman Polres Lumajang, Jumat (9/10).

Kapolres Lumajang, AKBP Deddy Foury Millewa, SH, SIK, MIK, menyampaikan, Lumajang sebelumnya sempat masuk ke zona merah. “Kita kembali cepat ke Zona Kuning,” ujarnya. Motor yang didapatkan itu, selanjutnya bisa dimanfaatkan oleh personil untuk berkegiatan seperti patroli seperti biasanya.

Kapolres juga sempat menyampaikan, untuk Operasi Yustisi akan tetap terus digalakkan oleh petugas gabungan di semua wilayah Lumajang. “Kita minta masyarakat menjaga dan mendukung pemerintah demi kelancaran ini. Sehingga Operasi Yustisi ini adalah keputusan bersama antara pemerintah dan masyarakat lumajang tentunya,” Ungkapnya.

Lanjutnya, sanksi denda juga masih akan tetap diberlakukan. Namun sejauh ini masih tidak memberatkan masyarakat Lumajang. Hasil denda yang terkumpul, akan dimanfaatkan untuk penanganan pasien Covid-19.

“Sanksi denda kita masih menyesuaikan. Karena kebijakan sanksi denda digunakan untuk kebutuhan orang-orang yang isolasi mandiri. Jadi kita mempunyai kebijakan, bukan kebijakan sepihak,” ungkapnya. (cak sol/read)

02/11/2017

Sejarah Kabupaten Lumajang Jawa Timur

 Sejarah Kabupaten Lumajang Jawa Timur

Logo Kabupaten Lumajang


Lumajang - FaisolOfficial.com, - Sejarah Lumajang mulai tercatat pada abad ke-12, ketika Lumajang telah dianggap sebagai tempat yang cukup penting semenjak tahun 1182 M.

Dalam sejarahnya, kepercayaan terhadap gunung suci yaitu Mahameru sangat mewarnai kehidupan masyarakat di wilayah ini, karena masyarakat pemukim sangat menghormati gunung suci ini sebagai tempat para roh leluhur dan juga bermukimnya para Dewa. Di Lumajang, untuk pertama kali ditemukan Prasasti yang dibuat oleh raja Kameswara dari Kediri yang melakukan "Tirta Yatra" atau perjalanan mencari air suci ke puncak gunung Semeru yang dibuktikan dengan adanya "Prasasti Ranu Kumbolo" pada tahun 1182 Masehi.

Awal Mula Kata Lumajang
Nama Lumajang berasal dari "Lamajang" yang diketahui dari penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti petilasan dan hasil kajian pada beberapa seminar dalam rangka menetapkan hari jadinya.Beberapa bukti peninggalan yang ada antara lain:

Prasasti Mula MalurungNaskah Negara KertagamaKitab PararatonKidung Harsa WijayaKitab PujanggaSerat Babad Tanah JawiSerat Kanda

Karena Prasasti Mula Malurung di nyatakan sebagai prasasti tertua dan pernah menyebut-nyebut "Negara Lamajang" maka dianggap sebagai titik tolak pertimbangan hari jadi Lumajang.

Prasasti Mula Malurung ini ditemukan pada tahun 1975 di Kediri. Prasasti ini ditemukan berangka tahun 1977 Saka, mempunyai 12 lempengan tembaga . Pada lempengan VII halaman a baris 1—3 prasasti Mula Malurung menyebutkan "Sira Nararyya Sminingrat, pinralista juru Lamajang pinasangaken jagat palaku, ngkaneng nagara Lamajang" yang artinya: Dia Nararyya Sminingrat (Wisnuwardhana) ditetapkan menjadi juru di Lamajang diangkat menjadi pelindung dunia di Negara Lamajang tahun 1177 Saka pada Prasasti tersebut setelah diadakan penelitian / penghitungan kalender kuno maka ditemukan dalam tahun Jawa pada tanggal 14 Dulkaidah 1165 atau tanggal 15 Desember 1255 M.

Mengingat keberadaan Negara Lamajang sudah cukup meyakinkan bahwa 1255M itu Lamajang sudah merupakan sebuah negara berpenduduk, mempunyai wilayah, mempunyai raja (pemimpin) dan pemerintahan yang teratur, maka ditetapkanlah tanggal 15 Desember 1255 M sebagai hari jadi Lumajang yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lumajang Nomor 414 Tahun 1990 tanggal 20 Oktober 1990

LAMAJANG TIGANG JURU DAN ARYA WIRARAJA
Dalam sejarahnya, wilayah ini sangat berhubungan dengan tokoh bernama Arya Wiraraja yang kemudian menjadi raja besar di lamajang Tigang Juru. Menurut Babad Pararaton, nama kecilnya adalah Banyak Wide, yang secara etimologis yaitu, "Banyak" adalah biasanya adalah nama yang disandang kaum Brahmana, sedangkan "Wide" yang berarti "Widya" yang berarti pengetahuan. jadi nama banyak wide sendiri berarti brahmana yang punya banyak pengatahuan atau cerdik. Hal ini kemudian sesuai dengan perjalanan kariernya kemudian.

Tentang kelahiran Banyak wide, Babad Pararaton menyebutkan, beberapa keterangan yang peting. "Hana ta wongira, babatanganira buyuting Nangka, aran Banyak Wide, sinungan pasenggahan Arya Wiraraja, arupa tan kandel denira, dinohaken, kinon Adipati ing Songenep, anger ing Madura wetan", yang artinya: "Ada seorang hambanya (Kertanegara) merupakan keturunan tetua di Nangka bernama Banyak Wide yang kemudian bergelar Arya Wiraraja dan dijauhkan menjadi adipati Sumenep, Madura wetan".

 


Dari keterangan ini, kita dapat menilai bahwa ia dilahirkan di desa Nangka, namun daerah mana kita belum mengetahui dengan jelas. Ada 3 versi tentang kelahiran Arya Wiraraja yang kita kenal. Pertama, versi dari penulis Sumenep bahwa ia dilahirkan di desa Karang Nangkan Kecamatan Ruberu Kabupaten sumenep. Kedua, versi tradisional Bali dimana menurut Babad Manik Angkeran, ia dilahirkan di Desa Besakih Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali. Ketiga, menurut Mansur hidayat, seoarang penulis sejarah Luamajang bahwa ia dilahirkan di dusun Nangkaan, Desa Ranu Pakis, Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang.

Hal ini berdasarkan analisanya dimana Pararaton tentang pemindahan Arya Wiraraja ke Sumenep dalam rangka "dinohken" yang berarti "dijauhkan", sehingga ia dimungkin bukan berasal dari Madura. Nah, kelahiran Arya Wiraraja dimungiinkan di wilayah Lumajang karena pemindahan kerajaan dari sumenep ke Lamajang pada tahun 1292-1294 Masehi dimungkinkan sebagai seoarang politisi ulung, ia sudah mengenal betul daerah Lamajang.

Demikian pun di sekitar Dusun Nangkaan ini terdapat sebuah situs besar yang pernah di gali tim Balai Arkeologi Yogyakarta pada tahun 2007 dimana situs ini dimungkinkan adalah pemukiman dengan komplek peribadatannya. Tentang kelahirannya tokoh ini diperkirakan lahir pada tahun 1232 Masehi karena dalam babad Pararaton menyatakan ia ketika mterjadi ekpedisi Pamalayu, ia berusia sekitar 43 tahun dan menjadi Adipati Sumenep di usia 37 tahun. Dalam perjalanan politik selanjutnya, nama Banyak wide atau arya wiraraja lebih mencuat dalam sejarah politik di kerajaan Singhasari

 


Prasasti Kudadu menyebutkan bahwa ketika Raden Wijaya melarikan diri bersama 12 pengawal setianya ke Madura, Adipati Arya Wiraraja memberikan bantuan kemudian melakukan kesepakatan "pembagian tanah Jawa menjadi dua" yang sama besar yang kemudian di sebut "Perjanjian Sumenep". Setelah itu Adipati Arya wiraraja memberi bantuan besar-besar kepada Raden Wijaya termasuk mengusahakan pengampunan politik terhadap Prabu Jayakatwang di Kediri dan pembukaan "hutan Terik' menjadi sebuah desa bernama Majapahit.

Dalam pembukaan desa Majapahit ini sungguh besar jasa Adipati Arya Wiraraja dan pasukan Madura. Raden wijaya sendiri datang di desa Majapahit setelah padi-padi sudah menguning.

Kira-kira 10 bulan setelah pendirian desa Majapahit ini, kemudian datanglah pasukan besar Mongol Tar Tar pimpinan Jendral Shih Pi yang mendarat di pelabuhan Tuban. Adipati Arya Wiraraja kemudian menasehati raden wijaya untuk mengirim utusan dan bekerja sama dengan pasukan besar ini dan menawarkan bantuan dengan iming-iming harta rampasan perang dan putri-putri Jawa yang cantik.

Setelah dicapai kesepakatan maka diseranglah Prabu Jayakatwang di Kediri yang kemudian dapat ditaklukkan dalam waktu yang kurang dari sebulan. Setelah kekalahan Kediri, Jendral Shih Pi meminta janji putri-putri Jawa tersebut dan kemudian sekali lagi dengan kecerdikan Adipati Arya Wiraraja utusan Mongol dibawah pimpinan Jendral Kau Tsing menjemput para putri tersebut di desa Majapahit tanpa membawa senjata. Hal ini dikarenakan permintaan Arya wiraraja dan Raden Wijaya untuk para penjemputri putri Jawa tersebut untuk meletakkan senjata dikarenakan permohonan para putri yang dijanjikan yang masih trauma dengan senjata dan peperangan yang sering kali terjadi.

Setelah pasukan Mongol Tar Tar masuk desa majapahit tanpa senjata, tiba-tiba gerbang desa ditutup dan pasukan Ronggolawe maupun Mpu Sora bertugas membantainya. Hal ini diikuti oleh pengusiran pasukan Mongol Tar Tar baik di pelabuhan Ujung Galuh (Surabya) maupun di Kediri oleh pasukan Madura dan laskar Majapahit. Dalam catatan sejarah, kekalahan pasukan Mongol Tar Tar ini merupakan kekalahan yang paling memalukan karena pasukan besar ini harus lari tercerai berai.

 


Setahun setelah pengusiran pasukan Mongol Tar Tar, menurut Kidung Harsawijaya, sesuai dengan "Perjanjian Sumenep" tepatnya pada 10 Nopember 1293 Masehi, Raden Wijaya diangkat menjadi raja Majapahit yang wilayahnya meliputi wilayah-wilaah Malang (bekas kerajaan Singosari), Pasuruan, dan wilayah-wilayah di bagian barat sedangkan di wilayah timur berdiri kerajaan Lamajang Tigang Juru yang dipimpin oleh Arya Wiraraja yang kemudian dalam dongeng rakyat Lumajang disebut sebagai Prabu Menak Koncar I.

Kerajaan Lamajang Tigang Juru ini sendiri menguasai wilayah seperti Madura, Lamajang, Patukangan atau Panarukan dan Blambangan. Dari pembagian bekas kerajaan Singosari ini kemudian kita mengenal adanya 2 budaya yang berbeda di Provinsi Jawa Timur, dimana bekas kerajaan Majapahit dikenal mempunyai budaya Mataraman, sedang bekas wilayah kerajaan Lamajang Tigang Juru dikenal dengan "budaya Pendalungan (campuran Jawa dan Madura)" yang berada di kawasan Tapal Kuda sekarang ini.

Prabu Menak Koncar I (Arya Wiraraja)ini berkuasa dari tahun 1293- 1316 Masehi. Sepeninggal Prabu Menak Koncar I (Arya Wiraraja), salah seorang penerusnya yaiti Mpu Nambi diserang oleh Majapahit yang menyebabkan Lamajang Tigang Juru jatuh dan gugurnya Mpu Nambi yang juga merupakan patih di Majapahit. Babad Pararaton menceritakan kejatuhan Lamajang pada tahun saka "Naganahut-wulan" (Naga mengigit bulan) dan dalam Babad Negara Kertagama disebutkan tahun "Muktigunapaksarupa" yang keduanya menujukkan angka tahun 1238 Saka atau 1316 Masehi. Jatuhnya Lamajang ini kemudian membuat kota-kota pelabuhannya seperti Sadeng dan Patukangan melakukan perlawanan yang kemudian dikenal sebagai "Pasadeng" atau perang sadeng dan ketha pada tahun 1331 masehi.

Ketika Hayam Wuruk melakukan perjalanan keliling daerah Lamajang pada tahun 1359 Masehi tidak berani singgah di bekas ibu kota Arnon (Situs Biting). Malah perlawanan daerah timur kembali bergolak ketika adanya perpecahan Majapahit menjadi barat dan timur dengan adanya "Perang Paregreg" pada tahun 1401-1406 Masehi. Perlawanan masyarakat Lamajang kembali bergolak ketika Babad Tanah Jawi menceritakan Sultan Agung merebut benteng Renong (dalam hal ini Arnon atau Kutorenon) melalui Tumenggung Sura Tani sekitar tahun 1617 Masehi. Kemudian ketika anak-anak Untung Suropati terdesak dari Pasuruan, sekali perlawanan dialihkan dari kawasan Arnon atau Situs Biting Lumajang.

Sejak tahun 1882 Lumajang masih merupakan Distrik ( setingkat Kecamatan ) yang dipimpin oleh seorang Wedono, kemudian tahun 1886 status sistem Pemerintahannya dinaikkan statusnya menjadi daerah Afdeeling ( setingkat Kabupaten ), kapala Pemerintahannya adalah seorang Patih Afdeeling, dan tahun 1929 sistem Pemerintahan di Lumajang dinaikkan lagi statusnya menjadi Kabupaten, kepala pemerintahannya adalah seorang Bupati.