Klik disini

Tampilkan postingan dengan label berita terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita terkini. Tampilkan semua postingan

02/09/2021

Lumajang Segera Gelar Sekolah Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Drs Agus Salim,


Faisolofficial.com - Kabupaten Lumajang bakal mulai menggelar sekolah tatap muka. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Drs Agus Salim, pada memontum.com Rabu (01/09). “Sekolah tatap muka akan digelar secara bertahap. Rencananya PTM Terbatas akan dilakukan setelah Lumajang turun level 3. Sementara ini masih PPKM Level 4,” terangnya.


Kegiatan tatap muka terbatas atau yang lebih dikenal dengan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) akan dilakukan secara bertahap. “PTM Terbatas.   Merupakan konsep baru. Namanya pembelajaran tatap muka terbatas bertahap,” ujarnya.

Dijelaskan, jika pihaknya sudah menyiapkan konsepnya dan sudah mengundang tim untuk melaksanakan pembuatan juknis dan juklaknya. Kata Agus, juga sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Dinkes dll.

“Konsep sudah jadi tinggal launching, namun demikian kita perlu melihat kondisi bahwa aturan main, PTMT itu melihat level daerah, nah, Lumajang ini masih level 4. Insyaallah nanti kalau sudah turun ke level 3 maka segera kami lakukan kita jalankan PTMT di Lumajang,” ungkapnya

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan persiapan sejak tahun lalu sampai dengan sekarang ini dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya secara matang.

“Kita sudah mengundang seluruh koordinator wilayah (Korwil) kecamatan untuk kita berikan wawasan baru tentang PTMT. Kita sudah melakukan sosialisasi kepada para kepala sekolah di Lumajang. Intinya, kalau sekolah ingin kita buka. Yang pertama sekolah harus steril, sekolah harus bersih, sekolah harus sehat. Apa yang harus dilakukan tentu sekolah harus menyiapkan, ada tempat cuci, sekolah menyiapkan masker, sekolah menyiapkan hand sanitiser dan lain-lain. Kebutuhan prokes sekolah harus siap,” tegas Agus Salim.

Disamping itu lanjut Agus Salim, ketika sekolah mau membuka harus ada keterangan, seluruh gurunya sudah harus vaksin minimal 1 kali dibuktikan dengan surat keterangan vaksin atau kartu vaksin. Selanjutnya, semua siswanya itu diharapkan vaksin. “Diharapkan ya, bukan kewajiban. Artinya, anak yang belum vaksin boleh sekolah. Kalau guru nya wajib, kalau siswa nya itu, tidak wajib. Berikutnya sekolah sudah menyerahkan pakta integritas kesiapan sekolah,” tuturnya.

Masih menurut Agus, sekolah harus mengantongi surat izin orang tua, orang tua yang menyatakan anak nya tidak boleh sekolah tetap harus di hargai. Harus dilayani lewat daring dan di jamin tidak akan ada sangsi. “Lembaga juga berkoordinasi dengan puskesmas/satgas Covid. Bahwa sekolah itu sudah layak untuk dilakukan pembelajaran. Insyaallah ini sudah komplet. Tinggal kita lakukan saja, ketika misalnya Lumajang Minggu depan sudah level 3 hari itu sudah mulai persiapan,” katanya.

30/08/2021

Ada Dugaan Penyelewengan Dana Bansos, Bupati Lumajang Datangi Pemilik E-Warung

Bupati Lumajang bersama ibu Risma Di Sawaran Lor Lumajang, Saat Diskusi Bersama masyarakat

Kasus dugaan pemotongan dana program PKH dan BPNT di Kabupaten Lumajang benar-benar mengundang perhatian publik.


Sangking geramnya dengan dugaan bansos diduga Disunat Oknum Pendamping PKH, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini datang ke Desa Sawaran Kulon Lumajang, Sabtu (28/8/2021).


Setelah mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket), Mensos Risma mencium indikasi pihak bank terlibat dalam kasus masalah bantuan sosial (bansos).


Baca juga: Mensos Risma Kaget Dapat Laporan Penyelewengan Bansos Setebal 1 Meter, Rekening Koran Jadi Bukti



Pihak Bank diduga telah menunjuk mantan karyawannya memonopoli pasokan sembako e-warung hampir di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.


Hal tersebut tentu saja bertentangan dengan petunjuk teknis e-warung.


Seharusnya Dinas Sosial menentukan petani-petani lokal untuk memasok kebutuhan bahan-bahan sembako e-warung.



Temuan di Lumajang Buat Mensos Risma Geram


Selain itu, kualitas dan kuantitas bantuan sembako juga menjadi sorotan Mensos Risma.


Seharusnya standart sembako yang diterima KPM senilai Rp 200 ribu.


Nyatanya bantuan itu hanya berisi beras 15 kilogram, telur 10 butir, kacang tanah 350 gram, manisan 3 biji, apel 3 biji.


Enam item tersebut jika dikalkulasi nilainya tidak setara dengan nominal yang ditentukan.


Tidak hanya itu, dari hasil jejak digital ada dugaan Bank kerap menurunkan bantuan ke KPM secara dicicil.


Padahal, Kementerian Sosial tidak pernah mengirim Bansos secara kredit.


"Tolong diproses. Kalau juga ada staff saya, juga saya proses. Tapi bapak juga harus proses, kalau enggak saya laporkan kemanapun," tegas Risma saat berdialog dengan Pimpinan Bank BNI Kabupaten Lumajang.



Baca juga: Mensos Risma Tegur Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan, Ada Apa?


Ia menambahkan, "Gak bisa ada koneksi itu. Kalau gak lewat dia (mantan karyawan BNI), dia (e-warung) gak boleh, kan gak fair itu."


Risma meminta pihak BNI Kabupaten Lumajang segera mengusut tuntas masalah tersebut. "Saya minta Senin (30/8/2021) clear," jelasnya.



Sementara, Sukarno Hadi Pimpinan Bank BNI Kabupaten Lumajang mengaku belum tahu secara runtut duduk permasalahan tersebut. Ia memastikan akan


"Saya panggil dulu berdasar yang disampaikan Bu Risma akan kami follow up," pungkasnya.


9 Ribu KKS Belum Tersalurkan ke Penerima Manfaat


Menteri Sosial Tri Rismaharini menemukan ada sekitar 9 ribu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kabupaten Lumajang belum tersalurkan kepada para penerima manfaat.


Temuan tersebut membuat Risma geram ke pimpinan bank plat merah penyalur Bansos.


Sebab, KKS adalah kartu debit yang dapat digunakan penerima program PKH untuk mengakses bantuan dari Kemensos.


Risma meminta KKS segera didistribusi kepada para PKM.


Dia meminta paling lambat Senin besok (29/8) urusan KKS beres.



Menteri Sosial Tri Rismaharini menanyakan soal KKS warga di Kabupaten Lumajang, Minggu (29/8/2021).


Jika KKS berulang-ulang tidak digunakan transaksi bisa otomatis terblokir.


"Saya mau Senin (30/8) clear. Karena apa, itu per Agustus akan terblokir kalau dia (PKM) tidak terima lagi," tegasnya saat berada di Lumajang, Minggu (29/8/2021).


Sementara, Sukarno Hadi, Pimpinan bank BUMN penyalur Bansos mengaku akan segera menindaklanjuti masalah tersebut.



"Berdasarkan yang disampaikan Bu Risma akan kami follow up," pungkasnya.


Minta Bareskrim Polri Turut Usut Kasus


Menteri Sosial, Tri Rismaharini, mengajak Bareskrim Polri mengambil peran dalam mengusut dugaan sunatan Bansos PKH dan BPNT di Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang.


Risma mengidentifikasi masalah yang diadukan oleh semua penerima Program Keluarga Harapan (PKH).


Selain itu, Risma juga meminta tim penyidik mengamati mekanisme di lapangan ketika bantuan turun dari Kementerian Sosial.


"Keluhan warga akan kami selesaikan bersama-sama permasalahannya," kata Risma saat mendatangi posko pengaduan di Desa Sawaran Kulon, Minggu (29/8/2021) malam.


"Kalau dilihat ada masalah adminitrasi dan masalah yang disangkutpautkan pidana. Nah kami mengajak Bareskrim Mabes Polri untuk ikut menangani," sambung Mantan Wali Kota Surabaya tersebut.



Baca juga: Kuasai PIN ATM Warga yang Masih Polos, Pemilik E-Warung di Lumajang Tilap Dana Bansos


Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, berdasar hasil pengamatannya, ia menemukan banyak dugaan praktik penyelewengan pada pendistribusian Bansos.


Untuk itu, ia meminta kesempatan jajaran pemda turut mengawasi implementasi regulasi pencairan Bansos di lapangan.



"Saya sudah meminta izin kepada Bu Risma mulai sekarang pak camat, kepala desa, teman-teman PKH mulai sekarang data penerima PKM harus dipampang di balai desa," tutur dia.


"Ditunjukan dengan nominal, dengan penjelasan semua supaya transparan. Termasuk orang yang menerima juga harus tahu," pungkasnya.


E-Warung Penyalur Bansos PKH dan BPNT di Lumajang Ditutup Gegara Ada Transaksi Janggal


Kasus dugaan sunatan Bansos PKH dan BPNT di Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang terus diusut.


Setelah beberapa hari kasus tersebut mencuat ramai, kini Dinas Sosial akhirnya mengambil sikap.


E-warung yang diduga melakukan pemotongan Bansos kini ditutup.


Kabid Penanganan dan Pemberdayaan Dinas Sosial Nira Fitria Aviana mengatakan, tujuan tindakan tersebut diberikan sebab banyak bukti pemilik e-warung dan oknum pendamping melakukan penyaluran bantuan secara janggal.


Ketika bantuan PKH dan BPNT cair tidak diberikan secara utuh kepada penerima manfaat.


"Untuk sementara e warung ditutup. Selama ditutup warga bisa menggunakan transaksi di e warung manapun, tapi takut jaraknya kejauhan kami akan koordinasi dengan bank agar e warung tetap bisa ada di Sawaran kulon," kata Nira.



Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menyelidiki dugaan masalah bansos di Desa Sawaran Kulon, Kec Kedungjajang , Lumajang, Minggu (29/8/2021).

Diketahui, tindakan itu juga bertujuan agar pengusutan dugaan kasus sunatan Bansos bisa tertangani secara cepat.


Karena belakangan ini para oknum yang diduga melakukan pelanggaran sering didatangi oleh tim penyidik.


Baik dari lembaga Dinsos maupun polisi.


Sementara pantauan di Balai Desa Sawaran Kulon tempat yang dijadikan sebagai posko pengaduan setiap hari masih ramai didatangi warga. Menurut data petugas hingga hari ini (27/8) sudah ada 119 laporan terkait pelanggaran distribusi PKH. Sedangkan 148 tentang aduan kejanggalan penyaluran BPNT.


"Untuk kerugian PKH sudah sekitar Rp 142 juta. Tapi untuk aduan BPNT belum bisa kami akumulasi sebab pelayanan masih akan kami buka sampai tanggal 31 Agustus," pungkas Ika Agustina, salah satu petugas posko pengaduan.


Polisi Turun Tangan Usut Sunatan Bansos PKH dan BPNT di Lumajang


Kasus dugaan sunatan Bansos PKH dan BPNT di Desa Sawaran Kulon, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang berbuntut panjang.


Pasca Bupati Thoriqul Haq dan wakilnya, Indah Amperawati mengecek langsung dugaan pelanggaran, kini polisi ikut turun tangan.


Video waktu disawaran by lumajangtv


Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lumajang mulai bergerak melakukan pemeriksaan dugaan pemotongan dana Bansos PKH dan BPNT.


Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Fajar Bangkit Utomo membenarkan langkah tersebut.


Pihaknya telah melakukan investigasi awal kepada para penerima PKH dan BPNT.


"Memang kami sudah datang ke lokasi pengumpulan keterangan warga penerima Bansos," katanya, Jumat, (27/8/2021).



Petugas posko pengaduan saat melayani keluhan warga terkait dugaan sunat Bansos PKH dan BPNT di Desa Sawaran Kulon, Kec Kedungjajang, Kab Lumajang.

Selain mengumpulkan keterangan dari para penerima bantuan, pihaknya juga akan melakukan pemanggilan para saksi.


Yakni e-warung dan penyalur bantuan, yang tertuduh melakukan sunatan Bansos PKH dan BPNT.


"Yang pasti proses terus berjalan. Jika sudah dirasa cukup bukti kami akan segera melakukan yang bersangkutan (pemilik e-warung dan oknum penyalur)," tegasnya.


Di sisi lain, selain kasus tersebut kini ditangani polisi, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyebut juga telah melaporkan kasus tersebut kepada Kementerian Sosial.


Laporan itu tentunya diharapkan agar Menteri Sosial, Tri Rismaharini ikut mengusut dugaan pelanggaran distribusi PKH dan BPNT.


Tujuannya agar para oknum penyalur maupun pendamping Bansos di Lumajang bisa diberantas.

17/08/2021

Dua Palaku Pencuri Sapi 14 TKP Berhasil Diringkus Polisi Lumajang

 Sahur dan Sahlan kembali diringkus polisi usai bebas jalani hukuman 6 bulan dalam kasus pencurian sapi 13 TKP

Lumajang - Satreskrim Polres Lumajang kembali tangkap M. Sahlan (36) dan Suhur (39) warga Desa Curahpetung Kecamatan Kedungjajang pelaku maling sapi 13 TKP. Kedua tersangka baru saja keluar dari Lapas Klas IIB Lumajang. Kedua pelaku ditangkap kembali oleh petugas dengan kasus yang sama namun TKP berbeda, Selasa (17/08/2021)


Pelaku melancarkan aksinya di Desa Tegir Kecamatan Pasirian dengan menggasak 2 ekor sapi pada tanggal 17 September 2020. Sebelumnya, pelaku melancarkan aksinya di 13 TKP bersama oknum Sekdes Madurejo yang kini sudah meninggal dunia ketika mendekam dibalik jeruji besi.


Tersangka merupakan sindikat curwan yang licik dan tak heran jika sebelumnya dilumpuhkan menggunakan timah panas lantaran melakukan perlawanan kepada petugas. Sedangkan pelaku lainnya masih DPO atas nama Budi Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso dan Imam warga Desa Curahpetung Kecamatan Kedungjajang.


Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo mengatakan bahwa tersangka sudah menjalani hukuman di lapas 6 bulan, namun kini ditangkap kembali dengan kasus yang sama. Dia juga terus memburu pelaku lainnya yang terlibat supaya tidak menghantui masyarakat.


"Doakan semoga segera tertangkap untuk pelaku lainnya," kata AKP Fajar


Atas perbuatannya pelaku terjerat dengan pasal 363 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dan sudah ditahan berada di Rutan Polres Lumajang.

12/08/2021

Viral !!! Pemotor Ala TNI Pakai Rompi Memotong Alur Ambulance Bawa Pasien Bayi Kritis

SS Video Kronologi Ambulans Dicegat Motor Saat Bawa Bayi Kritis Dalam Inkubator. (Instagram/@gholibnurilham)


Jakarta Timur, - faisolofficial.com Video ambulans dicegat pemotor saat membawa pasien kode merah menjadi viral. Dalam keadaan darurat, pemotor itu justru berusaha memotong jalur sampai menggebrak ambulans.


Peristiwa ini dibagikan oleh akun Instagram @gholibnurilham. Video itu tampak menunjukkan kronologi terjadinya aksi pemotor.


Sopir ambulans menjelaskan sedang membawa pasien bayi yang menggunakan inkubator. Ia menyalakan sirene karena kondisi bayi sudah kritis setelah lahir secara prematur. Bayi itu akan dibawa ke RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur.


"Saya sedang membawa pasien EMERGENCY (kode merah)," tulis sopir ambulans sebagai keterangan video seperti dikutip oleh Suara.com, Jumat (13/8/2021).


"Disini posisi saya sedang membawa pasien bayi kritis menggunakan inkubator, karena lahir dalam keadaan premature. Bayi harus segera mendapatkan penanganan di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur."



Permasalahan ambulans dengan pemotor terjadi saat melewati persimpangan lampu merah di Otista Raya, Jakarta Timur. Saat semua pengendara memberikan jalan, pemotor itu justru tetap tidak bergerak.


Sopir ambulans pun turut menunjukkan video kejadian tersebut. Aksi pemotor itu tampak menghalangi laju ambulans.


Sang sopir sendiri mengaku dirinya sudah memperlambat laju ambulans. Namun karena terlalu mepet, ambulans tidak sengaja menyenggol kaca spion pemotor itu.


"Disaat persimpangan lampu merah, saya sudah memperlambat laju ambulans. Saya memberi ruang terhadap pengendara yang lain agar menepikan kendaraannya, agar memberikan akses ambulans untuk melintas."



"Karena kejadian tersebut, saya tidak sengaja menyenggol spion motor tersebut."


Tak disangka, pemotor itu tidak terima dan mengejar ambulans. Pemotor berusaha menghalangi laju ambulans, sampai menggebrak kendaraan yang sedang membawa pasien kritis tersebut.


"Setelah itu, pemotor tersebut dengan sengaja menggebrak kaca pintu depan sebelah kanan ambulans saya, dan sengaja memotong lajur ambulans saya."



"Padahal jelas saya sedang membawa pasien emergency, dan harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit."


Pemotor itu sendiri menggunakan motor matic. Ia tampak mengenakan kaos dan celana berwarna cokelat, dan sebuah rompi berwarna hijau tua ala tentara.



Selain membagikan video aksi pemotor itu, sopir ambulans juga membagikan kondisi pasien. Ia merekam seorang bayi yang kritis di dalam inkubator.


Bayi itu sudah berhasil dibawa ke rumah sakit oleh sopir ambulans. Kondisinya sangat lemah dan terbungkus plastik di dalam inkubator.


"Seperti inilah kondisi pasien yang saya bawa dari Puskesmas Kecamatan Jatinegara ke RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur."


Terakhir, sopir ambulans ini memberikan pesan kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar semua pengendara jalan selalu memberikan akses kepada ambulans yang menyalakan sirene.



"Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar memberikan akses terhadap Ambulans Gawat Darurat disaat sedang membawa pasien. Karena kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi pasien di dalamnya."

20/04/2021

Jelang Sahur, Cegat Kriminalitas Oleh Sabhara Polres Lumajang

Petugas Polres Lumajang

Lumajang, faisolofficial.com - Dalam mencegah gangguan kambtibmas selama bulan Ramadhan, Sat Sabhara Polres Lumajang melaksanakan patroli menjelang sahur diwilayah Lumajang, Jumat (16/4/2021). sekitar pukul 03.00 WIB.
Anggota polisi dengan mengendarai mobil patroli melaksanakan patroli di Seputaran Jalan Lintas Timur (JLT) dan perumahan warga di seputaran Kota Lumajang.
Kasat Sabhara Polres Lumajang AKP Jauhar Maarif melalui Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, patroli menjelang menjelang sahur dan subuh terus dilakukan oleh anggota Sabhara ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas.
"Kegiatan patroli ini untuk antisipasi perampasan sepeda motor pada jam rawan dan antisipasi balap liar setelah sahur. Tak hanya dinihari saja, namun juga sore hari menjelang buka puasa,"ujar Shinta.
Selain melaksanakan patroli, polisi juga memberikan himbuan kepada warga yang melintas hati-hati dan waspada serta peduli terhadap keamanan diri dan barangnya.
"Hal ini adalah salah satu upaya kami untuk menjaga keamanan dan menekan angka kriminalitas di Kabupaten Lumajang," tuturnya.
Lebih lanjut, Ipda Shinta menjelaskan, patroli dilakukan anggota polisi ini dalam rangka melaksanakan implementasi "Presisi kapolri, Transformasi Operasional Program Pemantapan Kinerja Harkamtibmas.
"Patroli sahur untuk meningkatkan keamanan saat bulan suci Ramadhan sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadanya dengan khusuk, diharapkan dengan kegiatan patroli rutin ini di jam rawan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Lumajang tetap aman dan kondusif,"tegasnya. (Humas)

18/04/2021

Bulan Puasa Bukan Buat Baik, Sejumlah Pelajar Konvoi Kelulusan Di Lumajang

 

Para Pelajar Di Introgasi Petugas

Lumajang, faisolofficial.com - Polres Lumajang melaksanakan antisipasi konvoi kelulusan SMA/SMK, Sabtu (17/4/2021).

Hasilnya, polisi berhasil mengamankan 6 orang pemuda, 4 diantaranya pelajar SMK.

Para pelajar diamankan Polisi di jalan H. Husni Thamrin, dan Jalan Gajah Mada, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang.

Kemudian Keenam pemuda ini langsung dibawa ke Mapolsek Lumajang Kota.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta mengatakan, para pelajar yang diamankan itu terjaring saat pihaknya melaksanakan patroli Antisipasi Konvoi Kelulusan SMA/SMK.

"Yang kita amankan sebanyak 6 orang, 4 diantaranya pelajar SMK, dan 2 orang bukan pelajar. Selain itu polisi juga mengamankan 3 sepeda motor yakni Honda Beat, Supra X, dan Honda CB 150, 3 botol spray pilox dan 4 spidol," tuturnya.

Selanjutnya, kata Shinta, setelah berhasil menjaring 4 pelajar SMK kemudian memanggil guru 2 SMK tersebut untuk datang ke Mapolsek Lumajang Kota dan dilakukan pembinaan.

Pihaknya, kemudian juga melakukan pemanggilan orang tua dan dibuatkan surat pernyataan, dan diberikan himbuan dan pembinaan.

"Untuk Kendaraan yang bawa pelajar langsung kita lakukan penilangan karena tidak mematuhi saat berkendara," ujar Ipda Andrias Shinta.

Ia mengatakan, konvoi atau arak-arakan kelulusan SMA/SMK dilarang. Apalagi saat ini dalam masa pandemi Covid-19.

“Kami akan sosialisasikan tidak boleh ada konvoi atau arak-arakan siswa yang merayakan kelulusan. Jangan sampai akibat konvoi ada anak kita justru tertular Covid-19. Mungkin ini juga kurangnya pengawasan dari orang tua.” paparnya.

Dimana sesuai peraturan Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 23 tahun 2020 sesuai Pasal 7 ayat 1 menjelaskan kelulusan SMK atau sederajat ditetapkan pada tanggal 3 Mei 2021.

Namun demikian, surat edaran pemberitahuan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember bahwa tanggal 17 April 2021 menginstruksikan Kepala Sekolah agar menghimbau peserta didiknya tidak melakukan konvoi, tidak melakukan corat coret dan segera mengambil langkah untuk antisipasi kegiatan konvoi atau corat coret oleh peserta didik di lembaganya.

28/01/2021

Kecelakaan Beruntun Di Desa Sentul Lumajang

 

Lokasi Kejadi

Lumajang, Faisolofficial.com - Kecelakaan di desa sentul lumajang mengakibatkan 2 orang luka ringan dan 1 orang meninggal dunia. Hal tersebut lantaran kurang kewaspadaan kendaraan bermotor saat menyalip pengendara lain sehingga keserempet lalu tertabrak Jumat, sekitar Jam 07:00 wib (29/1/2021).

Berikut Video Keterangan saksi mata :
Kronologinya berawal dari sepeda motor honda beat warna hitam No Pol N- 4289-YAL yang dikendarai oleh Dwi oleng ke kanan saat hendak menyalip. Akibatnya, terjadi benturan adu banteng (adu depan) dengan kendaraan lainnya.

Adapun kendaraan yang terlibat yaitu sepeda motor honda supra Fit warna hitam No. Pol. : N-2496-YAR milik Fitri Indahyani (17) warga Desa Grati Kecamatan Sumbersuko, Sepeda motor honda supra Fit warna hitam No. Pol. : N-3781-YAR Djafar (68) warga Kecamatan Lumajang dan Kendaraan pick-up mitsubishi L-300 warna hitam No. Pol: N-9279-UZ Bahrul Ulum (25) Desa Kandangtepus Kecamatan Senduro.

"Itu terjadi tabrak depan mbak, kemudian terjadilah laka lantas " Ujar Kanit Laka Lantas Polres Lumajang Ipda Loni Roi.

Akibat dari kejadian tesebut mengakibatkan Dwi meninggal dunia dan pengendara 2 lainnya mendapat pertolongan medis. Faktor yang mempengaruhi laka lantas yaitu sepeda motor honda beat warna hitam No Pol N- 4289-YAL kurang waspada.

"Akibat fatalitas korban karena terjadi benturan tersebut," tutup Loni.