Klik disini

Tampilkan postingan dengan label Gunung Semeru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Semeru. Tampilkan semua postingan

07/04/2022

Jembatan Baru Candipuro Pengganti Gladak Perak Sebelum Lebaran Selesai

Jembatan Baru Pengganti Gladak Perak Lumajang
Jembatan Gantung, Jembatan Darurat.
Foto Facebook Cak Thoriq


Lumajang - Seperti diketahui, pasca erupsi gunung Semeru pada awal Desember 2021 lalu mengakibatkan jembatan satu-satunya yang menghubungkan 2 Kecamatan itu hancur terkena lava panas. Alhasil, mobilisasi di area tersebut kini mandek akibat putusnya Jembatan Gladak Perak tersebut.

Kabar Baik Dari Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan, dalam kurun waktu beberapa hari ke depan ditargetkan pengerjaannya sudah rampung Saat ini sedang merangkai infrastruktur gantung yang tengah. Sesuai target, direncanakan tanggal 20 April 2022 jembatan ini sudah bisa digunakan,” jelasnya pada Jum’at, 8 Maret 2022.

Pengerjaan Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo kini sedang berjalan, Setelah pemasangan tiang utama, kini pengerjaan tumpuan kabel sedang dilakukan.


Lebih lanjut, ia menyampaikan untuk mulai bisa beroperasi, jembatan gantung ini bakal dibuka pasca lebaran Idul Fitri.

Menurutnya, jembatan gantung itu hanya bisa dipergunakan untuk kendaraan roda dua atau keperluan emergency saja “Jembatan gantung ini khusus untuk roda dua (kendaraan), dan bisa dilalui untuk kendaraan ambulan pengangkut pasien darurat,” katanya.


Sebagai alternatif, jalur tambang di besuk kobokan digunakan sebagai jalur penghubung Candipuro-Pronojiwo meski kerap kali warga harus berhati-hati dan memperhatikan cuaca. (Read/Faisol)

06/12/2020

Lahar Gunung Semeru Kambuh Lagi

Lahar Semeru Kambuh : Foto Screnshot video Oleh Warga

Lumajang, Faisolofficial.com, - Pada tanggal 06 Desember 2020 pukul 15.30 s.d 17.00 WIB, bertempat diwilayah aliran Curah Koboan Ds. Supiturang Kec. Pronojiwo Kab. Lumajang, telah *terjadi kepulan asap tebal yang disebabkan aliran air hujan dihulu dan melewati DAS (Daerah Aliran Sungai) Curahkobokan yang mengikis material pasir berdebu dan batu akibat letusan gunung yang menumpuk di aliran penampungan lahar/banjir Curahkobokan.

- Kronologis.

1. Pukul 15.30 Wib Wilayah Ds. Supiturang Kec. Pronojiwo dan sekitarnya terjadi hujan dengan intesitas sedang selama kurang lebih 1 jam. 

2. Pukul 16.00 Wib hujan di wilayah Supiturang Pronojiwo mulai reda. 

3. Pukul 16.15 Wib terlihat air hujan mengalir ke DAS (Daerah Aliran Sungai) Curah Koboan dan melintasi material pasir berdebu dan batu akibat letusan gunung semeru yang menumpuk di DAS Curahkobokan.

4. Pada bagian bawah material pasir dan batu tersebut masih panas, sehingga mengakibat kepulan asap panas karena dilintasi oleh air hujan, dan karena warga Curah kobokan dan sekitarnya masih trauma pada saat terjadinya letusan gunung semeru yang membawa material pasir dan batu panas, sehingga warga merasa panik dan menuju ke tempat pengungsi di SDN Supiturang 04.

5. Tim Siaga Bencal langsng melaksanakan himbauan dan evakuasi pengungsi. 

6. Pukul 16.55 Wib Asap tebal mulai berkurang dan kondisi warga sekitar Curahkobokan dalam kondisi aman dan kondusif. 

7. Pukul 17.00 Wib kepulan asap sudah mulai berkurang, dan situasi berjalan kembali normal. 

I. Kerugian :

1. Personil : Nihil.
2. Materiil : Nihil.

- Catatan :

1. Pada saat ini situasi dan kondisi di DAS Curah Kobokan kembali normal dan warga sudah berada dipengungsian dalam keadaan aman terkendali, dan aparat terkait terus melaksanakan himbauan terhadap warga/pengungsi dengan kejadian tersebut, agar tidak panik.

2. Bahwa kejadian ini diakibatkan karena air hujan dihulu dan disekitaran Desa Supiturang sehingga air hujan tersebut mengikis material pasir dan batu akibat letusan gunung semeru yang masih menumpuk di DAS Curah Kobokan, material pasir berdebu dan batu tersebut pada bagian bawah masih panas dan apabila pada bagian material pasir dan batu tersebut dialiri oleh air maka akan terjadi asap tebal karena material pasir dan batu volumenya terlalu besar.

3. Dengan kejadian tersebut warga seputaran Curahkobokan dan sekitarnya merasa sangat panik sekali karena masih trauma dengan kejadian letusan gunung semeru yang membawa lahar panas berupa material pasir dan batu dengan volume yang sangat besar sekali yang terjadi pada 1 Desember 2020

4. Pada saat ini warga sudah berada dipengungsian dalam keadaan aman terkendali dan untuk pihak BPBD, BASARNAS, TAGANA, TNI/POLRI, RELAWAN serta pihak terkait melaksanakan pendataan dan himbauan agar warga tidak panik dan tetap berada di pengungsian.